Akar Masalah Ruyati adalah Kemiskinan di Dalam Negeri

Kasus dipancungnya Ruyati, seorang TKI yang divonos telah membunuh istri majikannya di Saudi Arabia, sabtu 18 Juni 2011 sebaiknya dijadikan momentum untuk mengagas ulang pengiriman TKI sektor domestik ke luar negeri. Selama ini pengiriman TKI ke luar negeri didonimasi oleh sektor informal berupa tenaga pembantu rumah tangga. Tenaga kerja wanita ini bersalah dari sejumlah daerah di Indonesia.

TKI asal daerah ini mengadu nasib di luar negeri dengan iming-iming gaji yang lebih baik. TKI juga keluar negero karena daerah asal tidak mampu memberikan mereka harapan bekerja dengan penghasilan yang memadai. Sebagian TKI juga adalah mereka yang bermasalah di keluarga, putus sekolah atau perceraian.

TKI memandang bekerja di luar negeri sebagai katup pengaman untuk menyelesaikan masalahnya. Bekerja di luar negeri buka sebagai pilhan melainkan penyelamatan. P
Pengiriman TKI yang bagaikan menggunakan pintu darurat ini menyebabkan pengiriman TKI sektor informal ke luar negeri diliputi banyak masalah. Disana sini terlihat tidak adanya perencanaan, termasuk perlindungan pemerintah. tak ada yang mencinta-citakan dirinya sebagai pembantu rumah tangga di luar negeri. Pekerjaan ini ada karena keterpaksaan dan himpitan ekonomi akibat kemiskinan.

Selain mempernaiki perlindungan, sistem hukum dan pelayanan pemerintah buat TKI s, ektoir informal ini, kita perlu menggali lebih dalam akar masalahnya yakni kemiskinan yang ada di dalam negeri. Kemiskinanlah yang membuat TKI tak memiliki skil yang memadai sehingga terpaksa memilih sektor informal dan domestik. Kemiskinanlah yang membuat TKI tak terdidik sehingga mudah ditipu oleh PJTKI yang nakal yang mempermainkan kontrak dan mengambil jatah gaji di bulan-bulan awal keberangkatannya.

Kita perlu kembali mendesain desa yang berdaya dengan ekonomi yang sehat. Pembangunan tak boleh hanya ada di kota besar. Desa harus memiliki sumberdaya dan mendapat support anggaran yang cukup untuk membangun kekuatan ekonominya. Distribusi kemakmuran Indonesia jangan hanya berkonsentrasi di Jakarta dan kota-kota besar saja. SDM di Desa harus diberi kesempatan yang sama dalam pendidikan dan pelayanan kesehatan. Desa didorong mengembangkan investasi untuk memanfaatkan sumberdayanya dan memuka lapangan kerja yang memakmurkan desa. Pemerintah pusat harus mengembangkan infrastruktur yang memadai di desa-desa.

0 comments: